Sunday, April 7, 2013

Oleh. Misrawati, S.Pd.I ***.

      Rasulullah saw pernah menjelaskan bahwa tubuh kita terdiri atas 360 ruas tulang yang harus disedekahi setiap harinya. Mendengar penjelasan beliau, para sahabat pun bertanya, “Siapa yang kuat melaksanakan itu, ya Rasulullah ?” Rasulullah saw menjawab, “Dahak yang ada di mesjid dan ditutupinya dengan tanah atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari tengah (itu berarti sedekah). Maka sekiranya tidak mampu cukuplah diganti dengan mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

      Dalam keadaan tidak punya apa-apa, bagaimana mungkin kita bisa bersedekah kalau tidak ada dua rakaat shalat dhuha ?

      Apa yang akan kita lakukan bila tidak ada dua rakaat shalat dhuha ? Bagaimana mesti bersedekah untuk 360 ruas tulang yang kita miliki ? Hal ini memberatkan bila kita harus bersedekah sebanyak itu setiap harinya. Namun, Rasulullah SAW menawarkan solusi praktis untuk mengatasi itu semua, yaitu menggantinya dengan dua rakaat shalat dhuha.

    Shalat dhuha dikerjakan di pagi hari, setelah matahari bergeser dari terbitnya. Shalat dhuha memiliki rahasia yang menakjubkan dengan bertaburkan keutamaan. Seandainya orang-orang yang melupakannya itu mengetahui keutamaannya, pastilah mereka tidak akan pernah melewatkan untuk shalat dhuha.

       Ada beberapa keutamaan shalat dhuha/ shalat dua memiliki enam keutamaan enam shalat dhuha, di antaranya: (alternatif tawaran)

     Di antara keutamaan shalat dhuha pertama, sebagai pengganti sedekah. Sedekah merupakan ibadah yang bernilai pahala. 360 kali sedekah, berarti sebanyak itu pula kita mendapatkan pahala. Belum lagi bila Allah swt melipatgandakannya sesuai dengan janji-Nya. Bila 360 kali sedekah itu sudah bisa digantikan oleh dua rakaat shalat dhuha, betapa kaya para pelakunya. Siapa yang melakukan shalat dhuha dua rakaat disebut sebagai manusia paling kaya. Karena, setiap hari ia laksana bersedekah 360 kali. Siapa yang mampu bersedekah sebanyak itu kalau bukan orang kaya ?

     Kedua, dibangunkan istana dari emas. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa shalat dhuha 12 rakaat, maka Allah SWT akan membangunkan baginya istana dari emas di surga.” (HR Ibnu Majah).

     Ketiga, diampuni dosa-dosanya. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menjaga shalat dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR Ibnu Majah).

     Keempat, dicukupkan kebutuhan hidupnya. Dalam hadis Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, rukuklah (shalatlah) karena Aku pada awal siang (shalat dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)-mu sampai sore hari.” (HR Tirmidzi).

       Kelima, mendapat pahala setara ibadah haji dan umrah. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang shalat Subuh berjamaah kemudian duduk berzikir untuk Allah sampai matahari terbit kemudian (dilanjutkan dengan) mengerjakan shalat dhuha dua rakaat, aka baginya seperti pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya.” (HR Tirmidzi). (judul: berumroh di pagi hari).

      Keenam, masuk surga melalui pintu dhuha. Sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya di surga kelak terdapat pintu yang bernama adh-Dhuha, dan pada hari kiamat nanti akan terdengar panggilan, di manakah orang-orang yang melanggengkan shalat dhuha, ini adalah pintu kalian masuklah kalian dengan rahmat Allah SWT.” (HR Thabrani).

      Betapa menggiurkan keutamaan shalat dhuha itu. Oleh karena itu, sempatkanlah walau sekedar dua rakaat yang bisa kita lakukan. Hanya butuh waktu antara 5-10 menit. Misalnya, sebelum berangkat ke sekolah, ke kampus, atau pun ke tempat kerja. Apabila tidak memungkinkan, barangkali di sela-sela pekerjaan, bisa meminta izin untuk menunaikannya. 

     Dengan selalu menunaikan shalat dhuha, kita akan menjadi manusia paling kaya. Konsep manusia paling kaya ini akan menjadi sangat indah bila dimaknai secara sempurna. Manusia paling kaya bukanlah manusia yang banyak hartanya. Manusia paling kaya adalah manusia yang paling banyak sedekahnya.

Unduh tulisan ini dalam format PDF atau format word, klik dibawah



0 komentar:

Post a Comment